Welcome to Rimba Hijau, Sep 05, 2010 Login di sini, User name : Password :

Kategori Produk


  Rimba Hijau


  Buku Lain


  Merchandise


Tahun I - Edisi 05 tahun 2005

LELAKON

6. Oey Kim Tiang: Bintang Kejora Cersil Terjemahan
Tidak bisa disangkal bahwa Oey Kim Tiang (1904-1995) adalah penerjemah tjersil terbesar sepanjang jaman. Untuk sebagian besar penggemar tjersil, pernyataan ini tidak mengejutkan sama sekali.

19. Oey Kim Tiang: Sebuah Ulasan Oleh Leo Suryadinata
Yang ingin saya ceritkan di sini adalah perkenalan saya dengan O.K.T., yang nama sebenarnya adalah Oey Kim Tiang, mula-mula melalui surat-menyurat dan kemudian bertemu muka. Ini terjadi setelah saya bermukim di Singapura. Pada awal tahun 1980-an, buku cersil dan film cersil sangat laris di kota Singa, saya diminta oleh sebuah reading club untuk memberikan ceramah, tetapi bukan mengenai ilmu politik atau hubungan internasional yang biasanya saya kuliahkan di Universitas Nasional Singapura, melainkan tentang cersil-cersil Tionghoa yang diterjemahkan ke dalam bahasa Melayu dan Indonesia


DOEA HALAMAN

16. Peng Tjong Hiap Eng 2005
Bekerja sama dengan Masyarakat Tjersil Indonesia, penerbit PT Wastu Lanas Grafika kembali mencetak ulang novel cerita silat berjudul Peng Tjong Hiap Eng - Dua Musuh Turunan... yang merupakan lanjutan dari Hoan Kiam Kie Tjeng - Sebilah Pedang Mustika.


GORESAN PIT

9. Sinopsis Seri Thiansan Bagian II
Melanjutkan Sinopsis Seri Thiansan karya Liang Ie-Shen yang ditulis oleh Tan Ek Tjoan di edisi lalu, dalam edisi ini dihaturkan Bagian II dari tulisan panjang ini. Selain sebagai referensi, tulisan ini dapat menjadi acuan pemilihan judul untuk membantu pembaca menikmati cerita-cerita silat bermutu (baca: bukan cerita kucing kaki tiga) sehingga dapat mengurangi waktu yang terbuang percuma saat membaca cerita-cerita yang mungkin tidak memuaskan hati. Jangan lupa, di antara mutiara-mutiara cersil, ada juga segala batu koral dan batu mulia imitasi!

CERITA SILAT BERSAMBUNG

27. Kim Coa Kiam
Sesampainya di tepi jurang, Tay Wie me-nunjuk2 ke arah Siauw Koay, ia berpekik tak sudahnya, kaki tangannya digeraki ber-ulang2. Karena ini, Sin Tjie dan A Pa segera dapat lihat si orang-hutan betina dalam bahaya itu. Tidak tempo lagi, Sin Tjie lari pulang untuk ambil dadung, yang ia lemparkan ke arah binatang piaraannya itu, ia sendiri lalu memegangi ujungnya bersama A Pa.

38. Rahasianya Satu Kaisar
47. Pendekar Merana


MUSTIKA TENGAH

Penerbit Keng Po - 19 Judul - 60 Sampul


KOMIK

57. Sih Kong


KANTUNG SEMBILAN

74. Tong Shia dari Soei Shia
`Orang tua dan keluarga saya sudah menyerah dan tidak pernah melarang lagi, karena mereka sudah sangat paham bahwa untuk urusan mengkoleksi buku cersil ini saya sudah tidak bisa dilarang lagi.`


WARTA KANG-OUW

82. Sin Tiauw Hiap Lu 2005


DAPUR ANG CIT KONG

84. Berbagai Bacang