Sore ini rasanya begitu lama baru tiba, saat yang aku tunggu-tunggu sejak beberapa hari terakhir ini. Sesudah bersepeda bareng papa minggu lalu, aku jadi sangat suka bersepeda. Apalagi setelah mama yang tidak memperbolehkan aku memperbaiki sepeda kuning kecilku untuk ditinggikan sadelnya, eh ternyata malah memberiku hadiah sepeda cantik Wimcycle Strawberry. Aku suka sekali, thank you mama! Sore ini adalah jalan-jalan perdanaku dengan sepeda itu.
Sebenarnya aku sudah siap-siap untuk bersepeda tetap dengan sepeda kuning kecilku meski belum sempat dibawa ke bengkel untuk ditinggikan. Bagiku yang penting bisa bersepeda bareng papa saja aku sudah senang. Saat dilarang sama mama, aku tidak marah ataupun kesal kok, malahan aku cerita ke papa, `Pa, aku tidak boleh membawa sepedaku ke bengkel. Aku tahu kok kenapa. Mama itu sayang banget sama aku, makanya aku tidak boleh bawa sepedaku ke bengkel karena aku `kan masih ada ujian, kuatir nanti aku kecapean dan tidak bisa konsentrasi kalau bawa sepedaku ke bengkel. Nanti kalau selesai ujian, baru boleh ke bengkel.` Papa menggangguk mengiyakan sambil sedikit terharu, dan aku masih lanjutkan, `Kalau tidak sempat ke bengkel juga tidak apa-apa kok, aku pakai itu saja seperti waktu itu, ya pa yah?` kataku sambil memandang papa dengan mimik serius.
Sepeda pink ini memang lebih bagus dan lebih tinggi, meski sekarang harus sedikit jinjit kalau mau menjejakkan 2 kaki kalau sedang duduk di sadel, tapi aku jadi bisa mengayuh sepeda dengan lebih leluasa tanpa takut dengkulku terantuk setir atau besi sekitar situ. Aku jadi mulai lancar bersepedanya dan menurut papa juga sudah bisa lebih santai. Aku bahkan pamer ke papa aku bisa nyetir sepeda dengan satu tangan, malahan masih tanya ke papa bisa nggak. Rute bersepedaku sore ini juga dibuat lebih luas oleh papa karena melihatku sudah bisa lebih lancar meski pegang setirnya masih kurang teguh, terkadang masih goyang kiri kanan. Tapi setidaknya sudah lancar menepi, berhenti dan memakai rem tangannya. Makanya setelah sempat putar satu putaran di komplek rumah, papa mengajakku keluar dari pot satpam lalu ke jalan umum meski masih bukan jalan raya. Aku sempat terhenti di tanjakan jembatan karena berat sekali pedalnya, namun begitu turunan aku langsung bersorak gembira karena jadi kencang tanpa harus dipedal. Dari situ aku terus bersepeda melewati blok D menuju blok B lalu ke arah blok A yang ruko itu, baru deh putar balik dan ke arah blok C. Aku minta papa berhenti sebentar karena aku mau minum dulu. Kali ini papa membawaku ke jalan raya dan wanti-wanti harus bersepeda di tepi kiri jalan dan hati-hati sambil papa ikuti dari belakang. Dari jalan raya belok kiri masuk ke komplek lagi ke arah taman blok C tempatku dulu pernah datang bermain. Setelah bermain sebentar, aku mengajak papa bersepeda lagi memutari blok C, baru keluar ke jalan raya lagi dan akhirnya belok masuk ke komplek lagi di depan sekolah IPEKA. Aku bersepeda happy sekali, apa lagi setiap melewati polisi tidur karena biasanya langsung bisa meluncur kencang dari turunannya. Dari belokan tadi aku ke arah blok F, tapi belok ke kanan ke blok D, mengunjungi sekolah TK Kinderworld yang dulu. Aku bilang ke papa aku sudah hampir lupa karena lama tidak datang kemari. Setelah melihat-lihat sebentar dan minum lagi, jalan-jalan diteruskan deh. Setelah masuk lewat satpam blok F lagi, kali ini dicoba menembus portal blok J dan keluar dari gerbangnya. Saat berhenti untuk menuntun sepeda menembus portal itu aku jatuh ke papa yang berhenti dan akibatnya papa hampir jatuh menimpaku, untung papa tahan sehingga tidak jadi jatuh. Sayangnya papa jadi kram otot betisnya.
Dari blok J itu, keluar kembali via jalan raya, baru masuk lagi ke komplek. Kembali aku minta ke papa untuk menemaniku berputar sekali lagi di komplek. Kali ini aku bilang aku selalu mengikuti sepeda motor di depan yang bapak-bapak dengan sepeda motor penuh baju jualan itu. Memang kebetulan arah putarannya sama denganku. Kembali aku bertemu dengan mobil dengan tulisan BELAJAR di kaca belakangnya yang aku tanyakan maksudnya ke papa. Setelah papa jelaskan, sambil tersenyum aku bilang kalau aku sedang belajar sepeda, tidak perlu ditulis karena terlalu kecil sepedanya, nanti tulisannya tidak kelihatan. He he he, ada-ada saja yah?
|