Nobar, Cihui!
[5.June.2010]

Pagi ini jadwalku latihan terakhir untuk pementasan acara peringatan Waisak di sekolah. Makanya pagi-pagi sekali papa mama sudah bersiap mengantarku ke sekolah. Aku ikut serta dalam acara tarian. Menarinya model India loh, yang pakai main mata, main kepala ke kiri ke kanan yang terkadang dengan dua tangan dirangkapkan di atas kepala itu loh. Seru kan? Aku seperti biasa bertanya menggoda papa, bisa tidak menari seperti aku begitu.


Lumayan lama latihannya nih, sampai mama kelaparan dan kehausan menungguku di depan. Kebetulan papa bertemu dengan teman SMA nya dulu yang anaknya juga sekolah di sini di I Helios, dari mereka mama tahu bahwa untuk pembelian buku dan seragam sudah bisa dilakukan hari ini dan tidak perlu menunggu sampai minggu depan. Akhirnya mama buru-buru ke lantai 2 tempat pemesanan karena hanya buka sampai jam 12, sementara papa menungguku keluar dari ruang sekolah. Setelah selesai latihan dan ketemu papa, aku dibawa ketemu mama untuk mengukur besarnya seragam karena yang lama sudah tidak cukup atau jadi terlalu pendek. Setelah diukur benar saja, ukuran seragamku jadi XL juga kaos olah raganya. Wah kalau tumbuh makin besar lagi, ukurannya apa donk? Kaos kaki juga ganti jadi ukuran 19-20. Aku malah maunya coba yang 21-22 tapi dilarang mama karena yang itu saja sudah cukup sedikit longgar.


Setelah semuanya selesai, aku bareng papa mama bersiap santap siang di Salsa Food City. Duduknya di bangku luar pas di bawah tarup menghadap ruang terbuka yang biasa untuk Live Music di sana. Baru mulai makan tiba-tiba hujan deras dengan geledek kencang yang membuatku dan mama kaget saking kerasnya. Beberapa orang di sekitar juga berseru kaget. Jadinya lunch siang ini sambil ditemani suara hujan di dekat meja makan, untung tidak sampai membasahi mejaku yang sudah sangat dekat dengan curahan air hujan itu.


Kenyang dan aku jadi mengantuk. Setelah berjuang menahan kantuk, akhirnya aku tertidur di mobil selama perjalanan kembali ke rumah. Eh ternyata mama tidak pulang ke rumah malahan ke mal Puri. Sampai di dekat mal, aku terbangun dan bilang mau pipis dan seperti biasa aku pipis di WC berjalanku yakni tong sampah plastik di mobil papa itu. Karena mungkin masih mengantuk, aku sampai tertidur sambil duduk di atas tempat sampah itu. Saat bangun aku sudah sampai di mal dan mama turun duluan, sementara aku dibangunkan papa dan sambil papa cari parkir aku bersih-bersih dan pakai celanaku lagi. Saat kembali ketemu mama, aku tanya ke mama, `Ma, kok aku bangun-bangun sudah di tempat sampah sich?` Mama tertawa sambil bilang, `Kamu itu ngelindur apa? Kan memang tadi bangun dan bilang kebelet pipis terus duduk di tempat sampah itu, tapi malah ketiduran lagi?` Aku bergaya sedang berpikir keras bagaimana sampai aku terbangun dalam posisi duduk di atas tempat sampah itu, lalu sambil tertawa aku bilang, `Iya, kan aku tiap hari juga ngelindur... he he he...` ujarku sambil tertawa-tawa.


Akhirnya aku berjalan bersama papa sambil masih sedikit mengantuk. Setelah mama selesai dengan urusannya, mama tiba-tiba bilang, `Mau nonton nggak?` Aku langsung berjingkrak bilang, `Mau!!` Papa menggodaku, `Katanya ngantuk, yah mending pulang saja, bobo.` Aku langsung bilang, `Nggak kok, sekarang aku nggak ngantuk. Siapa bilang aku ngantuk?` Papa tersenyum sambil kembali menggodaku, `Atau mendingan pulang saja, terus main sepeda aja. Kan kamu bilang ingin main sepeda.` `Oiii..., aku bilang kan aku nggak ngantuk, dan aku mau nonton! hiiiih ih.. papa ini!` kataku sambil mendekatiku dengan mimik pura-pura geregetan sambil senyum tapi juga berkacak pinggang, lalu menubrukkan mukaku ke perut papa sambil akhirnya mencium papa. Memang aku juga suka nonton, apalagi nontonnya bareng papa mama. Mungkin ini adalah hadiah dari mama karena selain aku sudah belajar cukup keras selama persiapan ujian akhir semester ini, juga aku baru saja naik tingkat lagi di Kumon karena sudah lancar pengurangan dan lulus tes, sekarang levelku adalah B.
Selain nonton aku juga suka karena kalau nonton bisa sambil makan popcorn kegemaranku. Kali ini mama mengajakku nonton `Prince of Persia` dengan bekal popcorn campur manis dan asin. Aku juga sempat cerita ke papa bahwa aku suka nonton film 3D karena bagus, tapi aku tidak suka pakai kacamatanya. Papa kasih tahu bahwa kalau film 3D memang harus pakai kacamatanya, kalau tidak pakai malahan jadi buram gambarnya.


Sehabis nonton yang seru ini, mama papa mengajak makan malam bersama di St. Moritz. Wah, ramai sekali ternyata di sini, bukan cuma kumpulan sepeda motor yang sedang trek-trek di luaran sana. Sempat lewati Tony Roma`s yang penuh sampai keluar dengan antrian yang sangat panjang, katanya sich karena ada diskon khusus . Yah deh, aku sama mama papa mending makan di tempat satu lagi, Ramen 38 yang ternyata juga antri meski tidak begitu banyak. Sambil ngantri, aku berbaring santai di sofa empuk sambil menikmati pameran lukisan di sekitar sana.